Rabu, 03 Maret 2010

Doaku...

Bismillahirrohmanirrohim

21 February 2010,

Hari ini hatiku campur aduk mengharu biru teringat guyonan saudariku….”mbak, yang datang ke acara Dauroh Samara harus bawa pasangannya..”. Spontan aku jawab, “jadi mbak gak boleh datang ya?...” . “iya, mbak,masih punya waktu tiga hari buat nyari pasangannya…he.he..bercanda mbak….”

Acara yang sama hari ini diadakan lagi, sudah 3 kali diadakan dalam kurun waktu enam tahun…dan sampai hari ini juga aku belum bisa mengikuti dauroh samarada karena belum ada yang menemaniku. Komentar para istri dan suami di facebook sedikit membuatku iri… betapa bahagianya mereka bisa saling berbagi kebahagiaan untuk kemudian bersama-sama meniti jalan dakwah ini hingga ke surganya.

Pertanyaan kapan dan kapan terus menggulir disetiap pertemuan dengan saudara-saudaraku…aku bukan tidak ingin, tapi memang belum ada yang datang kepadaku.. seseorang yang bisa menerimaku apa adanya…yang memilihku karena Dien ku saja bukan kelebihan fisik yang jelas-jelas tidak aku punyai… aku tidak pernah menyesali keadaanku…tidak akan pernah… aku juga tidak pernah iri dengan kelebihan fisik yang dimiliki saudari-saudariku…karena itu adalah hak mutlak yang telah Allah berikan untuk mereka. Aku memaknai Surat At-tien dengan sebenar-benarnya.. dan aku hanya bisa menjawab.. “ orangnya lagi berjihad di palestina..”

Aku menangis………sedihhhhhh…….

Tidak….bukan….aku tidak menangisi kesendirianku… Aku menangis karena membaca kenangan-kenangan indah anggota brigade Izzudin al-Qosaam menjemput syahidnya….Ayat al akrash, Wafa idris, Imad ‘Aqil dan aku ingin aku pun bagian dari mereka….

Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang memberikan kehidupannya kepada zat Yang Maha Menghidupkan… sedangkan aku…masih tenggelam dalam lautan dosa…masih tenggelam dalam duniawi…masih sibuk dengan urusan-urusan pribadi…banyak makan, banyak tidur, membicarakan orang lain, sibuk menata hati yang tidak bisa tuju padaNya, tidak bisa menjaga mata ini dari melihat sesuatu yang dilarang..Astaghfirullah, ampuni hamba ya Allah…..

Teramat banyak nikmat yang tidak bisa aku syukuri, aku juga merampas ‘selendang Allah’, riya’ dihati, ujub di diri, iri dan beribu-ribu penyakit di hati ini….ada tabir kepalsuan di diri…betapa dhoifnya diri ini ya Allah….Aku iri ya Allah….kapan aku bisa seperti mereka? Saudara-saudaraku???.....bukan…bukan pada mereka yang telah mendapatkan pasangannya yang bisa diajak ke dauroh Samara (walau aku tahu itu bagian dari taat kepadaMu)…Aku iri pada mereka yang telah menjual dirinya dengan Mu, ya Allah…aku malu ya Rabb…

Kenapa aku tidak bisa seperti mereka??? Berkali-kali hamba terjerambab di jurang dosa…bisakah aku seperti akrash yang rela meninggalkan pakaian pengantinnya untuk menjemput panggilanMu ya Rabb…bisakah diri ini mendapat pendamping seperti Imad ‘aqil?? Aku mungkin sedang bermimpi….bagai pungguk merindukan bulan…. Tetapi bukankah kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin? Bukankah apa yang kita ucapkan adalah doa? ..aamin ya Allah…

2 komentar:

  1. Aww.Tulisan mb bener2 buat ana pngen nangis mb...
    dan itu jg tamparan buat ana pribadi.syukron mb...

    BalasHapus
  2. ass.
    untuk adikku Syahidah di bumi Allah

    Ingatlah selalu ayat Allah "..bisa jadi apa yang kamu kira baik, tetapi sesungguhnya itu buruk bagimu,...sesuatu yang kamu kira buruk sesungguhnya itu baik bagimu...Allah mengetahui tetapi kita tidak mengetahuinya.."

    Ayat ini perlu diulang-ulang dibaca sehingga kepahaman akan maknanya betul-betul terintegrasi dalam aliran darah kita.

    Allah belum menghadirkan pasangan hidup untukmu itu bukanlah sesuatu keburukan bagimu, tetapi Allah merencanakan sesuatu, yang itu kita belum tahu, dan rencana Allah itu pastilah yang terbaik bagi dunia, keluarga, dan akhiratmu.

    Allah tahu belum ada laki-laki sepadan denganmu dalam keimanan, amal, dan jihad. Yakinlah apabila ada laki-laki seperti itu tentu Allah akan hadirkan ia dalam kehidupanmu.

    Jangan berhenti untuk menghias diri dengan taqwa dan aklak mulia.
    jangan terhenti doa dan pengaharapan dari rahmad Allah.
    Jangan terhenti langkah karena putus asa

    Allah akan selalu mencintaimu. Amin...

    BalasHapus