Rabu, 03 Maret 2010

Surat cinta buat saudariku

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu’alaikum wr wb dinda sholehah....

Alhamdulillah,segala puji dan syukur senantiasa kita persembahkan untuk sang Pemilik kita karena kita masih diizinkanNya untuk tinggal dibumi milikNya ini. Sholawat dan salam ke atas junjungan kita, kekasih pemilik kita, Rasulullah SAW.

..apakah kamu mengira bahwa kamu telah beriman padahal kamu belum diuji sebagaimana orang-orang terdahulu diuji dengan kesengsaraan dan penderitaan...?
...apakah layak bagimu Jannah, sedang begitu sedikit yang telah engkau berikan untuk Islam ini....?
...apakah pantas engkau menginginkan melihat wajah Allah dan RasulNya sedang sangat jarang engkau menemuinya dengan menundukkan kepala disetiap sholat dan tahajudmu....?

Dindaku sholehah....
Sungguh indah ikatan antara kita. Mbak senantiasa membayangkan wajah kalian dalam hari-hari mbak. Melafadzhkan nama-nama kalian ditiap munajat mbak , agar kebahagiaan selalu untuk kalian. Mbak mungkin bukan tipe orang yang bisa berbasa-basi. Mbak juga tidak bisa berkata-kata yang indah karena mbak memang bukan pujangga apalagi ahli pidato. Mbak adalah manusia biasa yang sedang berusaha belajar memperbaiki diri dan orang lain.
Tertatih-tatih mbak berusaha mengikatkan hati mbak dengan hati-hati kalian semua, agar semua duri disetiap langkah kita segera dapat kita singkirkan atau bahkan kita buang jauh dari jalanan supaya setiap orang bisa melewati jalan ini dengan leluasa.

Adik-adikku yang senantiasa mb sayangi ....
Subhanallah, Maha suci Allah yang telah mempertemukan kita di jalan Dakwah ini. Mbak tidak mau membayangkan seandainya mbak pergi dari jalan ini bahkan mungkin berpindah ke lain hati. Mbak merasa nyaman disini, bersama jamaah ini, saudara-saudara mbak yang lainnya terutama bersama kalian adik-adik mbak yang manis-manis...
Bagaimana mbak tidak bahagia bila mengingat kalian. Celotehan, pendapat, kreatifitas kalian telah membuat mbak ingin terus bersama. Tapi dik...adakah perasaan yang sama juga dengan kalian? Apakah kalian juga merindukan mbak? apakah kalian juga saling merindukan satu dengan yang lainnya? Apakah kita juga rindu pertemuan kita? Atau hanya sebatas formalitas yang datang dan perginya kita tiada makna....

Adikku.....
Maafkan mbak yang tidak bisa mengekspresikan perasaan sayang mbak pada kalian. Mbak kurang memperhatikan kalian satu persatu bahkan tanggal lahir kalian pun mungkin mbak tidak ingat.. Sekedar untuk bersilaturrahmi kerumah kalian mbak belum sempat, apalagi memberikan sesuatu untuk kalian. Tapi yakinlah dek, kalian menempati tempat terdalam dalam hati mbak....
Adik-adikku kesayangan Allah...

Mbak ingin kita tetap melangkah bersama menapaki jalan dakwah ini. Bergandengan bersama-sama... sehingga apabila ada yang terjatuh atau terpeleset maka yang lain segera menarik untuk kemudian melangkah lagi dan terus melangkah hingga tiba diujungnya. Diujung jalan ini berdiri bangunan Megah yang tiada bandingan nilainya. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Yang menjadi dambaan setiap insan, bertahtakan intan mutu manikam. Para malaikat menyambut dengan penuh senyuman.

Dek...
mbak rindu sekali dengan tempat itu...tidakkah kalian juga mengidam-idamkannya? tapi dek...tempat itu ternyata tidak semua orang bisa mendapatkannya. Tidaklah mudah dek...karena harganya tidak ada bandingannya.... maka kita diminta untuk terus berjuang dan berjuang tanpa henti...tidak bisa kita raih hanya dengan berpangku tangan, bertopang dagu apalagi sekedar ikut-ikutan. Karena istana itu akan tertulis nama kita masing-masing, InsyaAllah sebagaimana Bilal bin rabah. Sekarang pertanyaannya bagaimana kita berusaha mendaftarkan nama kita disana...walau harus dengan jiwa kita. Adik-adikku.... mari tetap melangkah dan terus melangkah.....bersama ......

Dinda....
maafkan mbak...karena disetiap pertemuan kita, mbak selalu mengingatkan kalian akan pentingnya Ruhiyah. Bahkan mungkin dipikiran kalian itu lagi,,,itu lagi,,,, Mbak selalu mengingatkan kalian pentingnya Tahajud, perbanyak tilawah, hafal Al ma’tsurat agar bisa kalian baca dimanapun kalian berada. Kalian juga mungkin bosan kalau mbak ingatkan untuk memperbanyak hafalan surat-surat Al-Quran. Mbak tidak ingin ketika nanti kalian pindah dan bertemu teman-teman baru hafalannya hanya An-Naba’....terusss....ndak kelar-kelar.... Dek, modal hidup kita didalam menapaki hari-hari kita didunia fana ini adalah kecintaan Allah SWT. Subhanallah.... betapa nikmatnya apabila kita bisa mendapatkan cintaNya. Kita akan melupakan dunia ini...

Duhai Cahaya hatiku..kecintaan Allah...
Mbak memahami perasaan kalian dengan semakin bertambahnya usia. Sabar ya dek...biarlah Allah yang memilihkan seorang Mujahid Dakwah untukmu kelak. Yang terbaik yang Allah pilihkan untukmu dek. Yang memilihmu karena kualitas Dienmu dan Dakwahmu. Dia yang akan memilihmu because of Allah, bukan karena kelebihan fisik yang mungkin tidak kita miliki. Seseorang itu entah siapa dan darimana,bahkan sering mbak sampaikan kepada kalian mungkin saja seseorang itu teramat sangat baik untukmu atau bahkan mungkin tengah berjuang menegakkan Dien ini di belahan lain dunia. Atau Allah telah menyiapkannya untuk kita di kehidupan hakiki kelak...Aamin. Begitu berharganya dia hingga Allah menangguhkannya untukmu hingga engkau berhasil menjadikan dirimu Sholehah ”seutuhnya”..MasyaAllah... indahnya untaian kata sholehah seutuhnya..membuat mbak sedih.. Menggenang airmata mbak membayangkannya. Ibadah-ibadah mbak terkadang tidak khusyuk, ada rasa tidak ikhlas, iri, riya’ dan berbagai lintasan-lintasan hati mewarnai hari-hari mbak.. Mbak tidak ingin apa yang mbak alami dirasakan oleh kalian. Engkau tau dek...mbak sangat.....menyayangi kalian.

Dinda.....
Andai saja masalah-masalah yang kalian rasakan bisa ditransfer, maka mbak berharap biarlah masalah-masalah kalian diberikan untuk mbak saja. Agar tidak ada lagi kesedihan dan airmata kalian adik-adikku..Agar senyum dan tawa kalian menghiasi dunia Islam ini. Tapi itu tidak mungkin ya dek.... Biarlah masalah-masalah yang Allah berikan kepada kita menjadi bagian dari tarbiyahNya bagi kita untuk menggapai IstanaNya.

Dek...
mbak tambah nelongso karena saat mbak membuat surat ini, ditemani alunan Nasyid ikhwan yang syairnya benar-benar menyentuh hati.. ” Laa tas ’alunii...( Jangan tanyakan aku..)...” Ya Junudda’wahi shobron, Inna ba’dal ’ushri yusron....”
Mari dek....kita bergandengan merengkuh cintaNya, menggapai RidhoNya, menyatukan hati-hati kita, merapatkan barisan untuk menegakkan AgamaNya. Bersama berdoa semoga Allah memperkenankan kita mendapatkan gelar ’Syahidah’....menjadi ’Ainul Mardhiyah.... Begitu banyak yang ingin mbak ungkapkan pada kalian dek... tapi biarlah Allah yang mengabulkan semua kebaikan untuk kalian adik-adikku...maafkan mbak karena sudah tidak sanggup lagi berkata-kata....

Wassalammu’alaikum, wr wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar